Berita Terbaru
Categories
  • ALMANAK HKI
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • BIRO
  • Daerah III Toba Samosir
  • Daerah XI Sumatera Timur III
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Ephorus HKI Bersama para Pendeta Lintas Denominasi dan Lembaga Masyarakat Kunjungi Masyarakat Adat Natinggir

    Agu 12 20251.587 Dilihat

    Ephorus-HKI-Bersama-para-Pendeta-Lintas-Denominasi-dan-Lembaga-Masyarakat-Kunjungi-Masyarakat-Adat-Natinggir

    Natinggir — Ephorus Huria Kristen Indonesia (HKI) Pdt. Firman Sibarani, M.Th., bersama para pendeta dari gereja lintas denominasi, serta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Kamis siang (11/08/2025) mengunjungi masyarakat adat Natinggir, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, yang tengah menghadapi konflik dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral, rohani dan sosial bagi warga yang menjadi korban kekerasan dan intimidasi.

    Rombongan berangkat dari Laguboti menuju Natinggir, menempuh perjalanan sekitar satu jam, melewati jalan berbatu dan medan yang terjal. Sepanjang perjalanan, terlihat hutan yang sebagian besar telah berubah menjadi hamparan tanaman ekaliptus, bagian dari konsesi PT TPL. Lahan-lahan tersebut seharusnya berfungsi sebagai paru-paru dunia dan lahan bagi masyarakat untuk menghidupi diri dan keluarga. Setibanya di Natinggir, rombongan disambut oleh warga yang tengah berada dalam suasana sedih atas peristiwa yang menimpa mereka beberapa hari sebelumnya. Tepatnya pada Kamis, 7 Agustus 2025 pihak TPL melakukan penanaman paksa terhadap lahan yang selama ini dikelola oleh masyarakat. Tindakan ini mengakibatkan bentrok antara masyarakat dengan pihak TPL yang juga melakukan tindakan kasar hingga merusak rumah warga, bahkan melukai beberapa masyarakat. Tindakan kekejaman yang terjadi sudah beredar di media sosial yang sangat memilukan hati.

    Acara kunjungan penguatan dimulai dengan ibadah singkat. Khotbah disampaikan oleh Pdt. Robin Siregar (GKPI) dari Yohanes 20:28, mengangkat kesaksian Tomas yang berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Pdt. Robin mengajak jemaat untuk tetap teguh dalam iman meski dihadapkan dengan keraguan dan penderitaan. Ia juga mengangkat perenungan yang menggelisahkan, sebagaimana yang dirasakan oleh masyarakat saat ini: Mengapa kuasa dunia ini bisa berlaku semena-mena? Mengapa tanaman harus dirusak? Dapat dilihat berbagai pihak dan perusahaan melakukan tindakan-tindakan yang dirasa sebagai langkah untuk kebaikan, tetapi justru membawa penderitaan.

    Baca juga: Ephorus HKI Bersama Pimpinan Gereja-gereja di Sumatera Utara Serukan Sikap Tegas: Tutup Permanen PT. TPL!

    Usai ibadah, beberapa dari masyarakat yang hadir menyampaikan kronologis peristiwa yang terjadi. Mereka mengungkapkan bahwa peristiwa yang mereka alami sangat memilukan. Merasa tidak berdaya dan dihantui oleh rasa takut, karena kekerasan yang mereka rasakan. Situasi yang terjadi bagai jatuh tertimpa tangga, tanah yang mereka usahakan selama ini direbut, rumah dan kendaraan juga dirusak. Padahal dari mengusahakan tanah itu lah mereka menghidupi keluarga.

    Curahan hati yang memilukan itu direspon dengan pemberian semangat dan penguatan dari para pendeta yang hadir dan dilanjutkan dengan pemberian “boras si pir ni tondi” kepada masyarakat yang diberikan oleh para pendeta yang hadir. Sebelum menyampaikan boras si pir ni tondi, Ephorus HKI menyampaikan sikap tegas gereja. Ia mengecam keras segala bentuk kekerasan, perampasan dan intimidasi yang dialami masyarakat adat. “Kami meminta PT TPL, pemerintah dan semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan penindasan ini,” tegasnya. Selanjutnya Ephorus HKI membacakan satu teks firman Tuhan dari Amsal 31:9, yang berisi seruan untuk membela hak-hak orang yang tertindas dan tidak berdaya. Pesan ini menjadi peneguhan bahwa gereja terpanggil untuk bersuara melawan ketidakadilan, termasuk yang dialami oleh masyarakat adat Natinggir. Sebagai wujud kepedulian, doa, penguatan iman dan semangat, Ephorus HKI bersama para pendeta yang hadir dari berbagai denominasi menyerahkan boras si pir ni tondi kepada warga kepada anak-anak maupun dewasa. Beras segenggam diambil dan diletakkan di atas kepala sambil mengucapkan doa agar Tuhan menyertai, melindungi dan menguatkan hati mereka.

    Kunjungi juga kanal YouTube HKI untuk mengetahui informasi terbaru seputar pelayanan HKI.

    Masyarakat Natinggir mengalami kerusakan besar akibat konflik ini. Beberapa rumah hancur, lahan pertanian dirampas, kendaraan warga dirusak dan banyak warga mengalami trauma psikologis. Warga juga mengaku kehilangan rasa aman karena ancaman yang terus menghantui.

    Kunjungan ini dihadiri oleh Pdt. Adventus Nadapdap (HKI), Pdt. Rahel Naomi Simarmata (HKI), Pdt. Herwin Harianja (HKI), Pdt. Jurito Sirait (HKBP), Pdt. Robin Siregar (GKPI), Pdt. Dani Simanjuntak (GKPI), Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Maraden Sinaga, AMAN Tano Batak, KSPPM serta sejumlah aktivis yang peduli terhadap kelestarian tanah adat dan masyarakat. Mereka berharap konflik dapat segera diselesaikan secara adil dan damai, dengan mengembalikan hak-hak masyarakat adat yang sah.

    Melalui kunjungan ini, dengan penuh solidaritas, gereja-gereja di Tanah Batak menegaskan komitmennya untuk berdiri di sisi masyarakat yang tertindas, tanpa memandang latar belakang, demi terwujudnya keadilan, perdamaian dan kelestarian ciptaan Tuhan.

    Acara ditutup oleh Ephorus HKI dengan Doa Bapa Kami dan Berkat, lalu diakhiri dengan foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan, kekeluargaan dan komitmen untuk berdiri bersama masyarakat adat. (tps)

    Tags:
    Share to

    Written by

    Staf Biro Infokom HKI

    Related News

    Pelatihan Media Digital di Nagasaribu Onan Harbangan, Upaya Gereja Dorong Kesejahteraan Masyarakat Adat

    Pelatihan Media Digital di Nagasaribu On...

    by Agu 27 2026

    huriakristenindonesia.com | Siborongborong – HKI terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masy...

    Pembekalan-Parhalado-HKI-Daerah-III-Toba-Samosir

    Pembekalan Parhalado HKI Daerah III Toba...

    by Agu 24 2026

    Kabupaten Toba, Senin, 24 Agustus 2026. HKI Resort Tintinan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ...

    Ibadah-dan-Perayaan-Sukacita-HUT-Ke-29-HKI-Parsaoran-Nauli

    Ibadah dan Perayaan Sukacita HUT Ke-29 H...

    by Agu 24 2026

    Tanjungbalai – Minggu, 23 Agustus 2026, menjadi momen yang sangat berkesan bagi jemaat HKI Res...

    Pucuk-Pimpinan-Buka-Zoom-Bersama-Calon-Pendeta-HKI-82-Peserta-dari-Berbagai-Daerah-Pelayanan-Hadir

    Pucuk Pimpinan Buka Zoom Bersama Calon P...

    by Agu 24 2026

    Pematangsiantar – Kantor Pusat HKI. Huria Kristen Indonesia (HKI) menggelar pertemuan Zoom ber...

    Setahun-Melayani-di-Ladang-Tuhan-Kisah-Justa-Eustas-Charles- Volunteer-UEM-dari-Tanzania-untuk-HKI

    Setahun Melayani di Ladang Tuhan: Kisah ...

    by Agu 20 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar. Sejak 4 September 2025, Huria Kristen Indonesia (HKI) k...

    Kantor-Pusat-HKI-Rayakan-HUT-RI-ke-81-Kebersamaan-dan-Semangat-Mengisi-Kemerdekaan

    Kantor Pusat HKI Rayakan HUT RI ke-81: K...

    by Agu 19 2026

    Keluarga besar Kantor Pusat HKI merayakan HUT RI ke-81 dengan upacara bendera, perlombaan, makan ber...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top