Berita Terbaru
Categories
  • ALMANAK HKI
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • BIRO
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • KHOTBAH SYUKURAN TAHUN BARU DAN PENCANANGAN TAHUN KELUARGA HKI 2016

    Sep 01 20171.532 Dilihat

    Nilai-nilai kasih, persaudaraan, kekompakan, kehangatan adalah ciri gereja sepanjang zaman. Keluarga mengisyaratkan identitas, kedekatan, kebersamaan, hak dan tanggungjawab. Sejalan dengan itu maka setiap orang yang hidup bersama Allah sudah memiliki identitas yang jelas, jalan hidup yang terang dan warisan hidup yang besar. Modal utama untuk melangkah bukan harta dan kemampuan tetapi memastikan bahwa kita adalah bagian tak terpisahkan sebagai  keluarga Allah.

    Sejarah telah mencatat bahwa manusia sejak semula ingin otonom, ingin memisahkan diri dari Allah yang berdampak juga pada sifat dan tindakan yang cenderung liar, kejam dan berantakan. Makin sulit menemukan orang yang sepenuh hati mengasihi kecuali untuk menguasai. Hampir semua lini kehidupan dihinggapi virus perusak kebersamaan. Anehnya, orang lebih banyak terpikat oleh sigodang hata sian halak na burju roha. Paulus menasihatkan Timoteus bahwa pelayan-pelayan gereja harus menampakkan hidup teladan dalam rumahtangganya.

    Gereja harus hadir mempraktekkan persekutuan yang penuh cinta kasih melalui keluarga. Keluarga sebagai ecclesia domestika (gereja rumahtangga), terutama karena 3 hal: pertama, keluarga merupakan pusat iman yang hidup, tempat pertama iman akan Kristus diwartakan dan sekolah petama tentang doa dan cinta kasih Kristen; gereja adalah sekolah cinta kasih sepanjang hayat. kedua, keluarga sebagai representasi dan pelaksanaan persekutuan iman, harapan dan kasih; keluarga menjadi gambaran yang hidup terhadap penampilan historis dan misteri gereja. Ketiga, keluarga adalah persekutuan pribadi, suatu tanda dan citra persekutuan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus untuk saling menampakkan harmoni dengan penampakan yang berbeda. Dalam keluarga, perbedaan itu adalah harmoni yang harus diakui dan dihormati. Dalil mayoritas dan minoritas dalam pengambilan keputusan adalah sikap melenceng dari pengakuan hidup sebagai keluarga.

    Share to

    Related News

    Peresmian HKI Resort Khusus Dame Bandung, Pelantikan Praeses HKI Daerah XII Jawa-Lampung dan Perayaan Ulang Tahun Kemitraan HKI dan Gereja Onnuri Berlangsung Khidmat dan Meriah

    Peresmian HKI Resort Khusus Dame Bandung...

    by Jun 23 2026

    huriakristenindonesia.com | Bandung, 21 Juni 2026 – Ephorus Huria Kristen Indonesia secara res...

    Pucuk-Pimpinan-Majelis-Pusat-dan-Badan-Pemeriksa-Keuangan-Pusat- Tinjau-Langsung-Kebun-Sawit-HKI-di-Teluk-Panji-dan-Tanjung-Haloban

    Pucuk Pimpinan, Majelis Pusat dan Badan ...

    by Jun 05 2026

    huriakristenindonesia.com | Labuhanbatu, 4–5 Juni 2026 – Dalam rangka memastikan pengelolaan...

    Cerita Kita: Perjuangan HKI Memperoleh R...

    by Mei 07 2026

    Satu fase sejarah HKI – dalam Kemiskinan tak punya uang mengurus Rechpersondan Beslit Sakramen...

    Dari-Kamboja-ke-Kampung-Halaman-Duka-dan-Doa-Perjuangan-Pemulangan-Rexy

    Ucapan Terima Kasih Pucuk Pimpinan HKI

    by Mei 05 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar, 05 Mei 2026, Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia (HK...

    Sekretaris Jenderal HKI, Pdt. Dormen Pas...

    by Mei 04 2026

    huriakristenindonesia.com | Sidikalang, 3 Mei 2026 – Suasana sukacita dan penuh kekhidmatan me...

    Audiensi-dan- Koordinasi-Panitia- Kongres-PA-HKI- Bersama-Kadep- Koinonia-Kepada- Pucuk-Pimpinan-HKI

    Audiensi dan Koordinasi Panitia Kongres ...

    by Apr 28 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar, 28 April 2026 – Dalam rangka mempersiapkan pelaks...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top