Berita Terbaru
Categories
  • ARTIKEL
  • BAHAN KHOTBAH
  • BERITA
  • BIRO
  • Daerah III Toba Samosir
  • Daerah XI Sumatera Timur III
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • HKI Daerah XII Jawa Lampung
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Menghargai Perbedaan

    • Mei 06 2019 • 306 Dilihat

    RENUNGAN

    Senin, 6 Mei 2019

    Kisah Para Rasul 15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”

    “In-group dan out-group” seringkali dibahas untuk membatasi mana yang menjadi anggota kelompok kita, dan mana yang tidak bagian dari kelompok kita. Rupa-rupanya hal ini juga seringkali menjadi pembicaraan dalam gereja. Akan tetapi pembatasan semacam itu bermasalah manakala standar yang digunakan sebagai acuan adalah standar yang ditentukan oleh mayoritas. Jika demikian, maka dalam komunitas gereja akan ada “pemaksaan”, bahkan “penindasan”. Tentu Hal yang semacam ini tidak diharapkan terjadi, apalagi dalam komunitas orang percaya.

    Contoh yang demikian jelas dapat kita lihat dalam perikop yang ayatnya menjadi perhatian kita saat ini. Latar belakang konteks penulisan Kisah Para rasul adalah jemaat mula-mula yang sedang menentukan standar, orang yang bagaimana yang bisa dikategorikan ke dalam komunitas jemaat mula-mula. Namun karena yang menjadi bagian dari komunitas jemaat adalah orang-orang Yahudi, maka sempat ada anggapan bahwa menjadi jemaat Kristen adalah menjadi Yahudi. Oleh karena itu ada perdebatan bahwa orang-orang yang bukan Yahudi, yang sudah percaya pada Yesus harus bersunat.  Karena dianggap bahwa sunat mendatangkan keselamatan. Akan tetapi pada ayat 11, sebagaimana menjadi permenungan kita hari ini, keselamatan yang datangnya dari Kristus memberikan kebebasan bagi umatNya untuk mempercayaiNya menurut ekspresi yang dikenal dalam budayanya sendiri.

    Saudaraku, dalam komunitas orang percaya seperti gereja, keanekaragaman mesti menjadi hal yang penting karena Yesus telah menyelamatkan orang tanpa membeda-bedakan dari latar belakang mana orang tersebut berasal. Keanekaragaman tersebut bisa menjadi kekayaan dalam komunitas gereja yang akan semakin menguatkan persekutuan kita di dalam Kristus.

     

    Doa : Ya Tuhan, ajarkan kami untuk menghargai perbedaan diantara kami.

     

    Share to

    Related News

    PGI Gelar Sharing Meeting Gereja dan Pekerja Migran di Pematangsiantar, Perkuat Advokasi Kasus TPPO

    PGI Gelar Sharing Meeting Gereja dan Pek...

    by • Sep 08 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) men...

    Bahan-Jamita-Epistel-Minggu-27-September-2026

    Bahan Jamita Epistel, Minggu 30 Agustus ...

    by • Agu 28 2026

    MINGGU XIII DUNG TRINITATIS 2 TIMOTEUS 4: 6 – 8 PATUJOLO 1 Timoteus, 2 Timoteus dohot Titus, digoa...

    Bahan-Jamita-Evangelium-27-September-2026

    Bahan Jamita Evangelium, 30 Agustus 2026...

    by • Agu 28 2026

    MINGGU XIII DUNG TRINITATIS, MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 JEREMIA 15: 15 – 21 Patujolo Panurirang Jerem...

    BAHAN JAMITA EVANGELIUM MINGGU III DUNG TRINITATIS MINGGU, 21 JUNI 2026

    BAHAN JAMITA EVANGELIUM MINGGU III DUNG ...

    by • Jun 19 2026

    PANGARAMOTION NI DEBATA TU SALUHUT – 1 MUSA 21: 8 – 21 Patujolo Mangihuthon lomo ni roha ni ...

    Bahan-Jamita-Evangelium-Minggu-17-Mei-2026

    Bahan Jamita Evangelium Minggu, 17 Mei 2...

    by • Mei 13 2026

    MINGGU EXAUDI – 4 MUSA 6: 22 – 27 – JAHOWA MAMASUMASU JALA MANGARAMOTI HO PATUJOLO Hur...

    Jamita Evangelium - Kamis 14 Mei 2026

    Jamita Evangelium – Kamis 14 Mei 2...

    by • Mei 13 2026

    ULAON NI APOSTEL 1: 1 – 11 (HANANAEK TUHAN JESUS KRISTUS TU SURGO) PATUJOLO Buku Ulaon Apostel on ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top