Training Management Diakonia: HKI Semakin Terbuka, Berdampak Positif Kepada Kesejateraan Masyarakat

Pematangsiantar (MBW) – “Credo Union Modifikasi disingkat CUM adalah komunitas perbedayaan masyarakat sebagai bagian pelayanan Gereja.  Meliputi pemberdayaan pengelolaan  keuangan, kewirausahaan, juga permodalan yang dalam pengelolaanya sudah dimodifikasi berdasarkan Firman Tuhan.

Setiap anggota, dapat saling melayani dan membangun, tanpa harus bergantung pada orang atau lembaga lain. Mandiri mengelola uangnya sendiri, memikirkan bersama, melayani sesama, demi kemajuan bersama, sebagai prinsipnya,” ungkap Kadep Diakonia HKI Pdt. Adventus Nadapdap, S.Th pada acara pelatihan Training Management Diakonia Gereja CUM HKI. (19/9)

Ephorus Pdt. M. Pahala Hutabarat, S.Th, MM, dalam khotbah pembukaan dari Matius 5:13-20, mengatakan,  “setiap pelayanan CUM HKI didasari sebagai pelayanan Gereja.

CUM menjadi sarana penginjilan sehingga semakin banyak orang percaya kepada Tuhan. Dilakukan, sebagaimana Galatia 6:2 menyebutkan, untuk saling bertolong-tolongan dalam menanggung beban.

Melalui CUM, HKI semakin mengerti dan menyadari pentingnya mensejahterakan umat Tuhan.

HKI tidaklah hanya penonton, HKI pelaku pekabaran injil. HKI ikut memfasilitasi mengatasi masalah ekonomi keluarga masyarakat.

HKI harus semakin terbuka, berdampak positif kepada masyarakat. Pendampingan terhadap petani, masyarakat miskin kota, nelayan, pedagang, dll.

Wujud nyata pelayanan HKI boleh semakin dirasakan oleh orang banyak. HKI menjembatani hadirnya  kesejahteraan di tengah masyarakat.

Seluruh anggota CUM HKI harus menghadirkan kehendak Allah di bumi, tidak hanya kepada jemaat HKI saja atau orang percaya saja, tetapi juga kepada yang tidak satu iman.

Training CUM yang dilaksanakan di Serba Guna HKI dari 19-21 september 2016 ini, dilaksanakan oleh Kantor Pusat HKI, melalui Departemen Diakonia. Peserta seluruhnya 45 orang mewakili setiap CUM yang ada di HKI.

Dalam pembukaan ini, juga hadir Ephorus Pdt. M. Pahala Hutabarat, S.Th, MM, Manajer CUM Talenta GKPS Pdt. Liharson Sigiro, serta Pdt. Adventus Nadapdap, S.Th, Pdt. Ramayanti Simorangkir, S.Th, MA, Pdt. DR. HR. Panjaitan, Pdt. Beresman Nahampun, S.Th, dan Staf pelayan Kantor Pusat HKI. (MBW/BN/RAN).

Bagikan Postingan ini: