Berita Terbaru
Categories
  • ARTIKEL
  • BAHAN KHOTBAH
  • BERITA
  • BIRO
  • Daerah III Toba Samosir
  • Daerah XI Sumatera Timur III
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • HKI Daerah XII Jawa Lampung
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • BENDA, TRADISI ALKITAB DAN GEREJA: Sekilas Waktu Perayaan Natal

    • Agu 31 2017 • 529 Dilihat

    Setiap tahun, umat Kristen selalu merayakan Natal, memperingati kelahiran Yesus Kristus, pada 25 Desember. Mulai dari Desa sampai kota besar, di gereja, sekolah, kantor, perusahaan bahkan arisan marga, sarikat kampung dll, merayakannya. Perayaan yang digelar dengan cara beragam, kreatif dan menarik.

    Saat ini, waktu perayaannya sudah dimulai dari Nopember, Desember, Januari bahkan Peberuari. Kalau berdasarkan kalender gerejawi, masa natal itu dari 25 Desember dan berakhir sampai tanggal 5 Januari malam, sebelum epifania, selama 12 hari.

    Menurut pendapat para ahli dari hasil penelitiannya, Yesus dilahirkan pada 25 Desember, itu tidak tepat benar. Sebab, Desember – Januari, di kota Betlehem, Yudea, dimana kelahiran Yesus terjadi, iklimnya cukup dingin dengan beberapa tempat bersalju.

    Tidak mungkin para gembala bisa berada di padang Efrata dalam keadaan musim demikian (Lukas 2:8).

    Demikian juga kaisar Agustus tentunya tidak akan mengeluarkan kebijakan sensus dan menyuruh penduduk Yudea melakukan perjalanan jauh dalam suasana musim dingin yang mencekam demikian.

    Lalu, kapan Yesus Lahir ? Kita dapat memperkirakan kapan Yesus lahir dengan menghitung mundur dari kematiannya yang terjadi saat Paskah, tanggal 14 Nisan musim semi 33 M. (Yohanes 19:14-16) Yesus berusia kira-kira 30 tahun ketika ia memulai pelayanannya yang berlangsung selama tiga setengah tahun, jadi ia lahir di awal musim gugur tahun 2 SM.—Lukas 3:23.

    Mengapa Natal dirayakan 25 Desember ?

    Encyclopædia Britannica mengatakan bahwa para bapak gereja kemungkinan memilih tanggal itu ”agar bertepatan dengan perayaan kafir Romawi yang memperingati “hari lahir matahari yang tak terkalahkan”.

    25 Desember oleh dunia kafir dirayakan sebagai pesta Sol Invictus (matahari yang tak terkalahkan).

    25 Desember juga dianggap sebagai hari kelahiran dari dewa misterius bangsa Iran, yang bernama Mithra, “sang Surya Kebenaran”. Pada jaman itu banyak raja duniawi disebut dengan istilah “raja di atas segala raja”.

    Maka, para pakar percaya bahwa hal ini dilakukan “agar Kekristenan lebih bermakna bagi orang-orang kafir yang menjadi Kristen”.

    Dengan merayakan 25 Desember sebagai kelahiran Kristus, gereja ingin menyatakan bahwa Terang yang baru, Matahari Kebenaran (Sol Institae), yang dinubuatkan nabi Maleakhi (Mal.4:2) adalah Kristus, Juru Selamat dunia yang datang dari Allah.

    Orang-orang kristen mula-mula ingin tanggal itu bertepatan dengan hari raya kafir Romawi yang menandai “hari lahir dari matahari yang tak terkalahkan”. Mereka menganggap hanya Yesus/Allah yang pantas memakai gelar itu. Lalu merayakannya pada 25 Desember untuk membuang unsur kekafiran menjadi memuliakan Tuhan.

    Sejak akhir abad IV Natal dirayakan setiap tanggal 25 Desember sebagai peringatan  kelahiran Kristus. Itulah sebabnya, perayaan natal jatuh pada 25 Desember setiap tahunnya. Membuang tradisi kekafiran dengan memuliakan Tuhan yang melawat manusia. (MBW/BN).

    Share to

    Related News

    Kongres PPr HKI Seluruh Indonesia Dibuka di HKI Karunia Silangit, Angkat Hikmat Perempuan sebagai Fondasi Rumah Tangga dan Gereja

    Kongres PPr HKI Seluruh Indonesia Dibuka...

    by • Okt 03 2026

    huriakristenindonesia.com | Silangit, Siborongborong – Kongres Persekutuan Perempuan (PPr) Hur...

    Lutheran World Federation (LWF) Gelar Konferensi Pimpinan Gereja Lutheran se-Asia

    Lutheran World Federation (LWF) Gelar Ko...

    by • Sep 15 2026

    huriakristenindonesia.com | Jakarta, 10-15 September 2026 – Asia Church Leadership Conference ...

    Pertemuan Pelayan Partohonan HKI Membaha...

    by • Sep 11 2026

    Pematangsiantar — Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia (HKI) bersama Kepala Departemen Koinonia ...

    Pucuk Pimpinan HKI Sampaikan Penghiburan atas Meninggalnya Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat, S.Th, MM

    Pucuk Pimpinan HKI Sampaikan Penghiburan...

    by • Sep 09 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Huria Kris...

    Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Dukung Yubileum HKI 100 Tahun

    Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Duku...

    by • Sep 04 2026

    huriakristenindonesia.com | Tarutung, 1 September 2026. Yubileum Huria Kristen Indonesia (HKI) 100 T...

    HKI Jemaat Tanjung Priok Resmi Menjadi Resort Khusus, Majelis Daerah XII Jawa - Lampung Periode 2026-2031 Dilantik

    HKI Jemaat Tanjung Priok Resmi Menjadi R...

    by • Agu 31 2026

    huriakristenindonesia.com | Tanjung Priok, Minggu (30/8/2026). Huria Kristen Indonesia (HKI) mencata...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top