Rabu, 10 September 2025 – Huria Kristen Indonesia (HKI) memulai babak baru dalam pengelolaan dana pensiun melalui langkah yang proaktif dan strategis. Pengurus Dana Pensiun HKI yang baru dilantik langsung bergerak cepat dengan melakukan kunjungan ke Graha Oikoumene PGI, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, mereka berkonsultasi secara langsung dengan A. Vesna P. Sagala, Ketua Dana Pensiun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
Kunjungan ini tidak hanya membangun silaturahmi kelembagaan, tetapi juga mencerminkan komitmen HKI untuk memperbaiki pengelolaan dana pensiun secara menyeluruh. Dengan semangat baru, pengurus berupaya mengaktifkan kembali dana pensiun yang sempat tidak berkembang selama lebih dari satu dekade.
Dana Pensiun yang Tidak Terkelola Aktif Selama 11 Tahun
A. Vesna P. Sagala menjelaskan bahwa sekitar sebelas tahun lalu, HKI menyetorkan dana ketika masih tergabung dalam Dana Pensiun PGI. Namun, pihak HKI tidak menindaklanjuti setoran tersebut. Akibatnya, dana hanya tersimpan tanpa pengelolaan aktif.
Melihat kondisi tersebut, pengurus yang baru langsung mengambil inisiatif. Mereka berkomitmen untuk mengelola dana secara mandiri, agar aset tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para pensiunan pelayan gereja.
Wawasan Strategis dari Ketua Dana Pensiun PGI
Dalam suasana diskusi yang terbuka, A. Vesna P. Sagala membagikan berbagai pengalaman dan wawasan strategis. Ia menyampaikan pentingnya membangun sistem dana pensiun yang berkelanjutan dan profesional. Ia juga mendorong pengurus HKI untuk menerapkan prinsip tata kelola yang baik.
Beberapa poin utama yang ia sampaikan antara lain:
- Diversifikasi investasi, agar dana tidak bergantung pada satu sumber dan dapat berkembang lebih stabil.
- Manajemen risiko yang efektif, untuk melindungi dana dari gejolak ekonomi.
- Transparansi dan akuntabilitas, yang harus menjadi dasar dalam setiap laporan keuangan.
- Pendidikan dan literasi keuangan, terutama bagi pelayan gereja, agar mereka memahami manfaat dan cara kerja dana pensiun.
Para pengurus menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menerapkan saran-saran tersebut dalam pengelolaan Dana Pensiun HKI.
Dukungan Penuh dari Pimpinan HKI
Beberapa pimpinan HKI turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya penguatan pengelolaan dana pensiun di tubuh gereja. Tokoh-tokoh yang hadir antara lain:
- Ephorus HKI Pdt. Firman Sibarani
- St. Donni Lumban Tobing (Pengurus Dana Pensiun HKI)
- Pdt. Meri Hutapea (Kepala Departemen Diakonia HKI)
- Pdt. Boy Tampubolon
- Pdt. Samuel Hutabarat
Melalui kehadiran mereka, HKI menegaskan bahwa kesejahteraan para pelayan gereja merupakan bagian penting dari tanggung jawab kelembagaan.
Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah
Kolaborasi antara HKI dan PGI dalam forum ini menunjukkan bahwa gereja-gereja di Indonesia memiliki komitmen yang sama dalam menyejahterakan pelayan-pelayan Tuhan. Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengelolaan dana pensiun tidak dapat disepelekan, melainkan harus menjadi prioritas.
Dengan sistem yang lebih profesional dan transparan, Dana Pensiun HKI kini berada di jalur yang lebih baik. Pengurus bertekad untuk memastikan bahwa setiap pelayan gereja yang memasuki masa pensiun dapat merasakan manfaat dari pelayanan dan pengabdiannya. Amin. (SH)
No comments yet.