Bersyukur di Hari Bumi

Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. –Kejadian 2:15

Baca: Kejadian 2:4-10,15

Hari Bumi dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Belakangan, lebih dari satu miliar orang di sekitar dua ratus negara ikut serta dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pelayanan. Hari Bumi mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga planet kita yang luar biasa ini. Namun, perintah untuk memelihara lingkungan telah ada jauh sebelum perayaan tahunan ini, yaitu sejak awal penciptaan alam semesta.

Dalam Kitab Kejadian, kita belajar bahwa Allah menciptakan seluruh alam semesta dan menjadikan bumi sebagai tempat tinggal manusia. Allah tidak hanya membentuk puncak gunung dan dataran subur, Dia juga menciptakan Taman Eden, tempat indah yang menyediakan makanan, tempat berlindung, dan keindahan bagi para penghuninya (Kej. 2:8-9).

Setelah mengembuskan napas kehidupan kepada manusia, makhluk ciptaan-Nya yang paling penting, Allah menempatkan mereka dalam taman tersebut (ay. 8,22). Dia memberi mereka tanggung jawab untuk “mengusahakan dan memelihara taman itu” (ay. 15). Setelah Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, memelihara alam ciptaan Allah menjadi lebih sulit (Kej. 3:17-19). Meski demikian, sampai hari ini Allah sendiri masih memelihara planet kita beserta segala isinya (Mzm. 65:10-14) dan meminta kita melakukan hal yang sama (Ams. 12:10).

Baik tinggal di kota yang ramai atau di tengah pedesaan, kita semua dapat memelihara wilayah yang telah Allah percayakan kepada kita. Biarlah pemeliharaan tersebut menjadi ungkapan syukur kita kepada-Nya atas planet yang indah ini.

Oleh: Lisa M. Samra

Renungkan dan Doakan
Bagian apa dari ciptaan Allah yang membuat Anda takjub? Bagaimana cara Anda memelihara lingkungan atau wilayah yang telah Allah percayakan kepada Anda?

Allah Pencipta kami, Engkau telah mempercayakan kepada kami suatu planet luar biasa yang menopang kehidupan kami. Tolonglah aku menanggapi pemberian-Mu ini dengan memeliharanya, sebagai cara kami mengucap syukur atas pemeliharaan-Mu.
Amin…..
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu….

WAWASAN
Literatur Ibrani kuno sering kali menggunakan permainan kata yang disengaja untuk menyampaikan suatu maksud. Dalam Kejadian 2, kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “manusia”—’adam (Kejadian 2:7) sangat mirip dengan kata Ibrani lain yang diterjemahkan sebagai “tanah” (ay. 5-7)—’adamah. Jika terjemahan modern mencoba memakai permainan kata itu, mungkin “manusia” (’adam) akan diterjemahkan sebagai “makhluk bumi” dan “tanah” (’adamah) sebagai “bumi.” Dengan memasangkan kata-kata tersebut, perikop ini menyampaikan pemahaman kunci tentang sifat dasar manusia. Manusia dibentuk dari bumi atau tanah (ay. 7), sehingga kehadirannya berhubungan erat dengan tanah. Namun, umat manusia juga diberikan hubungan yang unik dengan Allah, yang memberikan “nafas hidup” kepada manusia (ay. 7). Karena dibentuk dari tanah, manusia juga dipercayakan untuk mengelola dan memelihara alam (ay. 15). –Monica La Rose

Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini: