Bacaan ALKITAB: 2 Tesalonika 2: 16
“Dan, Ia Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karuniaNya
telah mengasihi kita dan telah menganugrahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik
kepada kita”
Gereja HKI sungguh “Dipilih Untuk Diselamatkan”. Hal ini dapat kita lihat dari simbol HKI yang
menyiratkan dua orang bergandengan tangan sedang “Memikul Salib”. Salib itu adalah salib Kristus, salib
kebangkitan dan salib kehidupan. Salib itu dipikul bersama oleh orang yang berdiri sejajar. Memikul salib
Kristus berarti menjalankan kehidupan yang sebenarnya. Simbol yang berbentuk “Segi Empat” yang
melambangkan kehidupan yang berdimensi empat: “Harap, Kasih, Iman dan Damai yang berada di
bumi”. Dari simbol inilah, HKI menunjukkan bahwa Ia adalah Gereja yang “Dipilih untuk diselamatkan”
dalam menghadapi setiap tantangan dan hambatan yang menghalaunya. “Godang do na mangambat
ulaonmi siparjahat i” tetapi HKI tetap teguh untuk “Manjungjung Baringinna” dalam tugas pelayanan
pemberitaan Injil dan HKI menjadi pembawa “Keselamatan”.
Demikian dalam renungan ini, dimana Paulus memberi penguatan kepada jemaat Tesalonika.
Paulus mengingatkan mereka dan kita pula bahwa dalam kasih karuniaNya, Tuhan Yesus telah mengasihi
kita, menganugrahkan penghiburan sejati bagi kita serta pengharapan baik bagi kita. Jemaat Tesalonika
hendak teguh dan berpegang pada Injil walapun banyak tantangan, kesulitan dan penganiayaan yang
mereka hadapi. Mereka juga harus bijaksana dalam menerima setiap ajaran-ajaran supaya jemaat
Tesalonika jangan disesatkan oleh ajaran palsu. Sebab kedatangan ajaran palsu, sipendurhaka adalah
pekerjaan iblis yang dirupai dengan perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu. Tetapi
sebagai orang yang sudah diselamatkan ia tidak akan gampang dipengaruhi oleh ajaran sesat dan
tantangan yang datang menerma hidupnya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, kita boleh belajar dari gereja kita HKI dan jemaat Tesalonika bahwa
dalam kehidupan orang yang “Dipilih” dan “Diselamatkan” tidaklah gampang, melainkan banyak
tantangan yang harus di hadapi. Tantangan dan hambatan itu datang dari diri kita sendiri maupun datang
dari luar diri kita sendiri. Tetapi apapun itu, sebagai orang yang “Diselamatkan” tetap berdiri teguh dan
setia karena ia senantiasa hidup dala kasih Allah dan anugrahNya yang sejati itu.
No comments yet.